Hirarki Memori
Berikut
ini adalah beberapa istilah yang lazim dipakai dalam pembahasan memori, yaitu:
a.
Capacity
atau kapasitas, adalah jumlah informasi yang dapat ditampung dalam memori,
biasanya dalam satuan word atau byte.
b.
Word, adalah satuan memori, biasanya
dianggap sama dengan 16-bit.
c.
Addressable
unit,
adalah ukuran elemen data yang dapat diberi alamat, biasanya dalam byte atau
word. Tetapi adalah juga lokasi data yang dapat diakses dalam ukuran bit, atau bit addressable.
d.
Unit
transfer, adalah jumlah elemen data yang ditransfer setiap satuan
waktu, biasanya dalam bit pada memori atau blok pada storage.
e.
Transfer
rate,
adalah kecepatan transfer data dari/ke memori.
f.
Access
Time.
Untuk RAM berarti waktu untuk memilih alamat data dan melakukan transfer. Selain
RAM berarti waktu yang dibutuhkan untuk menentukan posisi Read/Write head pada
lokasi yang diinginkan.
g.
Memory
cycle time. Access Time ditambah waktu lain yang dibutuhkan sebelum
akses berikutnya dimulai.
h.
Access Technique. Bagaimana cara isi memori diakses, yaitu dibaca atau
ditulis.
Saat ini dikenal beberapa teknik untuk mengakses memori,
yaitu
·
Random
Access
» Setiap lokasi
memiliki alamat fisik yang unik.
» Lokasi dapat diakses dengan urutan beragam dan waktu
akses yang sama.
» Diterapkan untuk RAM maupun ROM.
·
Sequential
access
» Data tidak memiliki
alamat unik.
» Harus dilakukan
pembacaan seluruh data secara berurutan sampai data yang diinginkan diperoleh.
» Waktu Akses sangat bervariasi.
» Misalnya, data pada gulungan pita.
·
Direct
access
» Data memiliki
alamat unik.
» Akses dilakukan dengan kombinasi gerakan ke
area umum, setelah itu diikuti dengan akses secara sekuensial atau berutan
sampai diperoleh data yang diinginkan.
» Misalnya: disk
drives
·
Associative
access
» Merupakan variasi
dari Random Access Memory.
» Tetapi data
diakses berdasarkan isinya, bukan lokasi aktualnya.
» Data dicari
secara paralel untuk mendapatkan data dengan pola tertentu.
» Seluruh isi memori
dicari secara paralel tanpa memperdulikan ukurannya.
Sehingga sangat cepat untuk ukuran memori
yang besar.
» Harga per-bit 5 –
10 kali dari normal RAM.
» Misalnya, pada
cache memori. Yaitu memori yang terletak di antara prosesor
dan main memori seperti RAM dan ROM.
Dasar hirarki memori adalah :
– Register,
terdapat dalam prosesor untuk penyimpanan data sementara yang sangat kecil
tetapi sangat cepat.
–
Memori,
terletak di luar prosesor. Jauh lebih besar dari register tetapi sedikit lebih
lambat.
– Storage,
tempat penyimpanan yang bersifat permanen. Sangat besar dibandingkan memori,
tetapi sangat lambat.
–
Terdiri
dari beberapa level komponen memori.
– Setiap
level memiliki ukuran, waktu akses dan biaya per bit masing-masing.
– Makin
ke bawah letak level, makin besar kapasitas, makin lambat waktu akses, tetapi
makin murah biaya per bitnya.
Tujuan hirarki memori
ini adalah agar kecepatan tempat penyimpanan data sesuai dengan sering tidaknya
prosesor mengaksesnya. Makin sering diakses prosesor, makin cepat waktu
aksesnya, tetapi makin kecil ukurannya, karena makin mahal biaya per bitnya.
Hirarki memori dianggap efektif karena kecenderungan
berkumpul (locality of reference) pada instruksi maupun data.
o
Referensi
memori yang dibuat oleh prosesor cenderung berkumpul pada cluster, yaitu:
» Instruction loops, subroutines
» Data
arrays, tables
o
Letakkan cluster ini pada memori kecepatan
tinggi untuk mengurangi waktu tunda rata-rata ketika mengakses data atau
instruksi.
o
Dengan berjalannya waktu, cluster yang sedang
diakses akan berganti, memori management harus menangani hal ini, mengganti
cluster dengan cluster berikutnya.
Misalnya,
2 level sistem memori, level pertama memiliki waktu akses 1 ms, sedangkan level kedua
memiliki waktu akses 10 ms.
Maka waktu akses rata-rata berbanding lurus dengan banyaknya keterlibatan memori
pada level pertama.
Jenis-jenis Memori
Terdapat beberapa jenis memori, yaitu:
1. Core memory
Jenis
memori digunakan pada komputer generasi kedua dan ketiga. Memori tersusun dari
inti magnet atau toroida yang digunakan untuk menyimpan logika ‘1’ atau ‘0’
dengan menginduksikan medan listrik padanya. Diperlukan 1 buah core atau
toroida untuk setiap bit. Core memory memerlukan kabel pengindera untuk
menentukan alamat setiap inti atau core. Sistem pembacaan menggunakan asas Destructive readout, dimana pembacaan
menyebabkan kerusakan data, sehingga setiap pembacaan harus diiringi penulisan
ulang. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa jenis ini merupakan jenis yang
kuno. Tahun 1970-an core memory telah digantikan oleh memori semikonduktor.
2. Semiconductor
memory, Typically random access
Terdapat 2 (dua) jenis memori semikonduktur, yaitu: RAM
(Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory).
Pada RAM terdapat dua tipe, yaitu
Dynamic RAM dan Static RAM. Pada
Dynamic RAM sel penyimpanan berupa transistor yang berperan sebagai kapasitor. Kehilangan
muatan pada kapasitor karena berjalannya waktu menyebabkan perubahan data dari
‘1’ ke ‘0’. Sehingga sel harus disegarkan secara periodik untuk menghindari
kekacauan data. Sedangkan pada Static RAM, memori berupa deretan flip-flop (array of flip-flop) dengan 1 sel data
untuk setiap flip-flop. Sehingga harus menggunakan 5 sampai 10 kali lebih
banyak transistor dibandingkan dengan Dynamic RAM. Tetapi selain data awet,
tidak perlu refresh, waktu aksesnya juga lebih cepat.
Pada
ROM tempat penyimpanan memori bersifat permanen. Karakter utama memori ini
adalah non-volatile, dimana keberadaan data tidak bergantung pada energi
listrik. Pada ROM yang asal, data
memori disolder (wire in) pada saat
pembuatan chip di pabrik. ROM dijual dengan ukuran 10Kbit atau lebih. Setelah
itu, muncul teknologi PROM (Programmable
ROM), dimana data tidak ditulis oleh pabrik, tetapi oleh user. Pada tipe ini,
sekali dittulis data tidak bisa dihapus atau diganti. Jenis ini cocok untuk
industri kecil. Kemudian, berkembang lagi teknolog EPROM (Erasable PROM). Pada jenis ini, selain dapat diprogram oleh user
data juga dapat dihapus atau diprogram ulang. Penghapusan data total dengan
sinar ultra violet.
Tak lama berselang, muncul kembali tipe baru dari ROM,
yaitu EEPROM (Electrically EPROM). Pada
tipe ini, data dapat ditulis berulang kali ketika komputer dalam keadaan running, tanpa perlu menghapusnya
terlebih dahulu. Setiap byte penulisan memerlukan sekitar
beberapa ratus mikrodetik. Tipe ini cocok dipakai pada sistem untuk
pengembangan, data pribadi atau tugas lain yang memerlukan penyimpanan
informasi yang unik. Terkkhir, telah dipasarkan jenis ROM yang baru, yaitu Flash
Memory. Mirip dengan EEPROM, tetapi dengan metode penghapusan yang lebih cepat,
block erasures dan kapasitasnya lebih
padat dari EEPROM.
3.
Organization Memory
Pada
orgaization memory, setiap chipnya mengandung sejumlah 1-bit sel. Satu, empat,
dan 16 juta sel pada setiap chip adalah jumlah yang lazim. Sel tersebut dapat
disusun dalam satu kolom, misalnya 4M x 1 atau beberapa bit per lokasi,
misalnya 1M x 4. Untuk menghemat jumlah pin, seringkali jalur alamat dipakai
bersama dengan jalur data secara bergantian. Tetapi akibatnya operasi
baca/tulis menjadi lebih lambat. Pin kendali yang lazim digunakan antara lain,
W (write) dan OE (Output Enable) untuk operasi pembacaan.
Untuk penyambungan ke share BUS, digunakan CS (Chip Select) yang merupakan turunan RAS dan CAS (Row and Column Address Select).
4. Peningkatan mutu memori, DRAM
Sejak 1970, rancangan dasar DRAM tidak banyak berubah. Kemudian
cache diperkenalkan untuk meningkatkan batas unjuk kerja.
·
Enhanced DRAM.
Penambahan cache
berupa 1-line cepat SRAM ke DRAM. Pembacaan berurutan pada line yang sama
dilakukan dalam SRAM yang tentu saja lebih cepatan dari DRAM.
·
Cache RAM
Menggunakan cache SRAM yang lebih besar
sebagai multi-line cache. Menggunakannya sebagai buffer untuk aliran data
serial dalam operasi block transfer.
5.
Error Correction
Memori memiliki beberapa sumber kesalahan / error, di
antaranya :
·
Hard (permanent) errors
–
Kekacauan dari lingkungan sekitar
–
Cacat fabrikasi
–
Salah pakai
·
Soft (transient) errors. Atau error sementara
–
Power supply problems
–
Alpha particles. Terkait dengan masalah penyusutan ukuran. Perlu disediakan sistem deteksi atau bahkan koreksi
error, karena
– Peningkatan lebar bit per lokasi memori.
–
Penambahan parity bit pada setiap lokasi
–
Jumlah parity bit yang dibutuhkan bergantung
pada tingkatan deteksi dan koreksi yang dibutuhkan.
Sebuah sistem komputer memiliki berbagai jenis memori yang memiliki
kinerja,
kapasitas dan kecepatan berbeda sesuai dengan tingkat hirarkinya.
Memori yang memiliki
hirarki yang paling atas, memiliki tingkat kecepatan yang paling tinggi
tetapi memiliki kapasitas
(kemampuan menyimpan data) paling rendah.
Sesuai tingkat hirarkinya dibedakan sebagai berikut :
1. Register
2. Cache Memory (Static RAM)
a. Internal Cache
b. External Cache
3. Memori Utama (Dynamic RAM)
4. Memory Sekunder
a. Magnetic Disk
b. Optical Disk
c. Magnetic Tape
1. Register
Register merupakan memori dengan hirarki yang paling tinggi. Berada
dalam chip sebuah
processor dan merupakan bagian integral dari processor itu sendiri.
Register merupakan
memori dengan kemampuan proses paling cepat, dimana proses baca dan
tulis dilakukan
dalam satu siklus detik.
2. Cache Memory
Cache memiliki kapasitas kecil tetapi berkecepatan tinggi dan dipasang
di antara
processor dan memori utama. Memori ini dibuat dengan latar belakang
oleh adanya
perbedaan kecepatan operasi antara processor dan memori utama yang
bisa menjadi
kendala bagi dicapainya efisiensi kerja sistem komputer.
Disebut static karena terbuat dari bahan yang sifatnya statis.
Penggunaan bahan
statis menyebabkan memori cache dapat melakukan proses dengan sangat
cepat, tetapi
IT233-Organisasi
dan Arsitektur Komputer Pertemuan 4
dengan harga yang mahal. Dan juga merupakan bahan yang cepat panas
sehingga tidak
tepat jika digunakan dalam jumlah besar.
Ditinjau dari lokasi pemasangannya, memori cache terdiri dari :
Internal Cache
(on-chip). Merupakan memori
cache yang dipasang langsung dalam
sebuah processor
External Cache. Memori ini memiliki kapasitas yang lebih
besar dan ditempatkan di
luar chip processor.
3. Memori Utama
Memori utama dibuat dari bahan yang bersifat dinamis sehingga juga
disebut sebagai
Dynamic RAM. Harganya lebih murah, tidak cepat panas
tetapi proses yang dilakukannya
tidak secepat memori statis. Lebih dikenal dengan RAM (Random Access
Memory).
Disebut sebagai memory utama karena berhubungan langsung dengan
processor
dalam menyediakan program dan data yang dibutuhkan.
4. Memori Sekunder
Menyediakan media penyimpanan sekunder dalam jangka waktu lama untuk
program dan data yang kadang dibutuhkan, tetapi tidak secara aktif
(biasanya terdiri dari
unit disk yang terhubung secara elektronik ke sistem).
MEMORI UTAMA
Memori utama bersifat volatile (sementara) dimana hanya
menyimpan data dan
program selama komputer hidup (memiliki power/daya listrik).
Cara kerja memori utama :
1. Memori utama mengambil data dan program dari memori sekunder
(hardisk, dll)
untuk diolah (data dan program yang diambil tersebut adalah data dan
program copyan).
2. Sementara diolah, data dan program yang asli masih utuh dalam
memori sekunder.
CPU mengeksekusi data dan program dari RAM. Jika ingin menyimpan
secara
permanen maka perubahan data dan program itu dikirim kembali ke memori
sekunder
(save file to disk).
Satuan dan Pengalamatan Memory
Informasi digital dapat disimpan dengan membedakan nilai-nilai
tertentu seperti
voltase atau arus. Bit adalah satuan pokok dari memori yang dapat
berisi hanya sebuah
angka 0 dan 1.
Bit berkumpul membentuk byte (8 bit sama dengan 1 byte),
sedangkan byte berkumpul membentuk word. Sebagai contoh komputer dengan word 32
bit, berarti memiliki 4 byte/word.
Jumlah bit yang dapat
diakses dalam satu siklus memori disebut sebagai memory width atau memory word
length. Pada komputer modern, memory word biasanya berupa angka integer dengan
panjang dalam byte.
Memory Address
Memory terdiri dari
sejumlah cell yang dapat menyimpan
sepotong informasi. Setiap cell menyimpan sebuah angka yang disebut alamat. Jika sebuah memory memiliki n
cell,
maka memory tersebut akan
memiliki alamat 0 sampai dengan n-1.
Pengaturan Byte dalam Memory
Ada dua cara pengaturan byte
dalam sebuah memori yaitu :
1. Big Endian
Merupakan sistem penomoran memory
komputer yang dimulai dari ujung terbesar ke ujung terkecil.
2. Little Endian
Merupakan sistem penomoran memory
komputer yang dimulai dari ujung terkecil ke ujung terbesar.
Stuktur Memory Utama
Pada gambar diatas, terlihat bahwa didalam memori utama
terdapat beberapa unit penting yaitu :
•
MDR (Memory
Data Register)
Merupakan unit yang digunakan
untuk menampung data yang dipilih dan untuk diteruskan ke processor.
•
MAR (Memory
Address Register)
Merupakan unit yang digunakan
untuk menampung alamat memori yang dikirim dari processor.
• Pemilih
fungsi Read/Write
Merupakan unit yang memberikan
perintah input (write) dan output (read) kepada elemen memori lainnya.
Urutan pembacaan data di dalam
memori utama
1.
Program counter di dalam processor mengirimkan alamat
ke memori utama.
2.
Alamat data yang dikirim dari program counter processor
pada memori utama diterima oleh MAR.
3.
Setelah alamat berada di dalam MAR, kemudian
ditranslasikan ke dalam isyarat pilih yang akan meng-enable elemen memori yang
diinginkan. Penerjemahan dilakukan dengan menggunakan rangkaian dekoder.
4.
Setelah alamat yang diinginkan dicari dan ditemukan di
dalam memori utama, kemudian data atau program yang ada didalamnya di copy ke
dalam MDR.
5.
Data atau program yang telah ditemukan tersebut dikirim
ke processor melalui MDR.
Berbagai Jenis Memori Utama
Memori utama (RAM), berdasarkan teknologi yang
dimilikinya dikelompokan menjadi beberapa tipe, yaitu :
1.
SIMM (Single
in-line Memory Module)
2.
DIMM (Dual
in-line Memory Module)
3.
RIMM (Rambus
in-line Memory Module)
SIMM (Single
in-line Memory Module)
Mempunyai
ukuran 30 atau 72 pin. Memori 30 pin digunakan untuk PC jenis 80286 sampai
80486 dan beroperasi pada 16 bit.
Memory 72 pin
banyak digunakan untuk PC jenis pentium dan beroperasi pada 32 bit. Memiliki satuan
kecepatan nano second seperti 80ns,
70ns, 60ns, dll. Semakin kecil nilainya maka lebih cepat.
Beberapa
jenis RAM yang menggunakan tipe SIMM FPM
(Fast Page Memory)
- Model
memory yang paling lama, digunakan oleh generasi 486 atau sebelumnya.
- Menggunakan
teknik paging untuk mengakses alamat dari suatu memori
- Paging
adalah skema sederhana yang membagi memory ke dalam halaman dengan range antara
512 byte s/d sekian kilo byte untuk meningkatkan performa memory.
- FPM
dapat muncul dalam bentuk SIMM atau DIMM DRAM
(Dynamic RAM)
- DRAM
menyimpan bit di dalam suatu sel penyimpanan (storage cell) sebagai suatu electrical
charge yang harus disegarkan kembali (refresh)
beratus-ratus kali setiap saat untuk meneruskan proses. EDO RAM (Extended Data-Out RAM)
- Ditemukan
tahun 1995 untuk sistem pentium dan merupakan bentuk FPM yang telah
dimodifikasi (HPM).
- Memori
jenis ini tidak lagi digunakan untuk komputer yang baru.
- Biasanya
muncul dalam bentuk SIMM 72 pin.
- Untuk
dapat menggunakan EDO, chipset motherboard harus mendukung memori EDO.
DIMM (Dual
in-line Memory Module)
Mempunyai ukuran 168 pin, kedua belah modul
memori ini aktif dan setiap permukaan 84 pin. DIMM mendukung 64 bit data.
Beberapa jenis
RAM yang menggunakan tipe DIMM
SDRAM
(Synchronous DRAM)
- Merupakan
pengganti DRAM, FPM dan EDO.
- SDRAM
melakukan pengaturan memori supaya sama dengan CPU clock untuk pemindahan data
yang lebih cepat.
- Terdapat
dua kecepatan yaitu 100 MHz (PC100) dan 133 MHz (PC133).
- SDRAM
merupakan tipe DRAM yang mengirim data dengan burst yang sangat tinggi, serta
menggunakan interface high speed dan clocked. DDR
SDRAM (Double Data Rate SDRAM)
- Merupakan
desain pengembangan SDRAM standart dimana data transfer dua kali lebih cepat.
- Terdapat
di dalam 3 kecepatan yaitu 266MHz, 333MHz dan 400MHz dan mempunyai 184 pin.
RIMM (Rambus
in line Memory Module)
Mempunyai ukuran 184, 232 dan 326 pin.
Masing-masing versi dipasang dalam konektor yang ukurannya sama. Contohnya DR
DRAM (Direct Rambus DRAM) dulu
dikenali sebagai RDRAM.
DR RAM adalah dari jenis SDRAM yang
dibangunkan oleh Rambus. DR DRAM digunakan untuk CPU dari intel yang
berkemampuan tinggi.
Juga dikenali sebagai PC800 yang berkecepatan
400 MHz. beroperasi dalam bentuk 16 bit bukan 64 bit. Pada perkembangannya kini
terdapat DR DRAM yang berkelajuan 1066MHz.



















0 komentar