Sejarah Perkembangan INTEL
Mikroprosesor adalah sebuah IC (Integrated
Circuit) yang digunakan sebagai otak/pengolah utama dalam sebuah sistem
komputer. Mikroprosesor merupakan hasil dari pertumbuhan semikonduktor. Pertama
kali MIkroprosesor dikenalkan pada tahun 1971 oleh Intel Corp, yaitu
Mikroprosesor Intel 4004 yang mempunyai arsitektur 4 bit.Dengan penambahan
beberapa peripheral (memori, piranti I/O, dsb) Mikroprosesor 4004 di ubah
menjadi komputer kecil oleh intel. Kemudian mikroprosesor ini di kembangkan
lagi menjadi 8080 (berasitektur 8bit), 8085, dan kemudian 8086 (berasitektur
16bit).
Dilain pihak perusahaan semikonduktor laen
juga memperkenalkan dan mengembangkan mikroprosesor antara lain Motorola dengan
M6800, dan Zilog dengan Z80nya. Mikroprosesor Intel yang berasitektur 16 bit
ini kebanyakan di akhiri oleh angka 86, akan tetapi karena nomor tidak dapat
digunakan untuk merek dagang mereka menggantinya dengan nama pentium untuk
merek dagang Mikroprosesor generasi kelima mereka. Arsitektur ini telah dua
kali diperluas untuk mengakomodasi ukuran word yang lebih besar.
Di tahun 1985, Intel mengumumkan rancangan
generasi 386 32-bit yang menggantikan rancangan generasi 286 16-bit. Arsitektur
32-bit ini dikenal dengan nama x86-32 atau IA-32 (singkatan dari Intel
Architecture, 32-bit). Kemudian pada tahun 2003, AMD memperkenalkan Athlon 64, yang
menerapkan secara lebih jauh pengembangan dari arsitektur ini menuju ke
arsitektur 64-bit, dikenal dengan beberapa istilah x86-64, AMD64 (AMD), EM64T
atau IA-32e (Intel), dan x64 (Microsoft).
Untuk melihat sejarah perkembangan komponen
elektronik bisa dilihat dibawah ini:
1. Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008
yang berkekuatan 2 kali lipat dari 1904: Dioda tabung pertama kali diciptakan
oleh seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Sir John Ambrose Fleming
(1849-1945)
2. 1906: ditemukan trioda hasil pengembangan
dioda tabung oleh seorang ilmuwan Amerika yang bernama Dr. Lee De Forest. Yang
kemudian terciptalah tetroda dan pentode. Akan tetapi penggunaan dari tabung
hampa tersebut tergeser pada tahun 1960 setelah ditemukannya komponen semikonduktor.
3. 1947: Transistor diciptakan di labolatorium
Bell.
4. 1965: Gordon Moore dari Fairchild
semiconductor dalam sebuah artikel untuk majalan elektronik mengatakan bahwa
chip semikonduktor berkembang dua kali lipat setiap dua tahun selama lebih dari
tiga dekade.
5. 1968: Moore, Robert Noyce dan Andy Grove
menemukan Intel Corp. untuk menjalankan bisnis “INTegrated ELectronics.”
6. 1969: Intel mengumumkan produk pertamanya, RAM
statis 1101, metal oxide semiconductor (MOS) pertama di dunia. Ia memberikan
sinyal pada berakhirnya era memori magnetis.
7. 1971 : 4004 Microprocessor
Pada tahun 1971 munculah microprocessor
pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator
Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan
buatan pada benda mati.
8. 1974 : 8080 Microprocessor
Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama
Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan.
9. 1978 : 8086-8088 Microprocessor
Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer
terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai prosesor
8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.
1. 1982 : 286 Microprocessor
Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama
80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan
software yang digunakan untuk processor sebelumnya.
1. 1985 : Intel386™ Microprocessor
Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki
275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan
dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004
2. 1989 : Intel486™ DX CPU Microprocessor
Intel i486 merupakan prosesor pertama dengan
lebih 1 juta transistor. Sebelumnya sudah dikenal generasi XT i186, dilanjutkan
dengan generasi AT i286, i386 hingga i486. i486 dengan chip 32 bit ini bekerja
dengan clock sampai 100MHz. i486 dipasarkan hingga pertengahan tahun 90-an.
Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus
mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai
fungsi komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.
3. 1993 : Intel® Pentium® Processor
Generasi berikutnya adalah i586 yang lebih
dikenal dengan Pentium I dengan lebih dari 3 juta transistor. Chip ini
menyimpan sebuah bug. Pentium berjalan dengan kesalahan proses yang paling
parah sepanjang sejarah. Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai
jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.
4. 1995 : Intel® Pentium® Pro Processor
Processor yang dirancang untuk digunakan pada
aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat,
processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.
5. 1997 : Intel® Pentium® II Processor
Perkembangan berikutnya lahir Pentium II
dengan clock hingga 450 MHz dan menampung sekitar 7,5 juta transistor
diintegrasikan dengan chace level 2 (L2). Processor Pentium II merupakan
processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk
mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta
transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC
dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.
6. 1998 : Intel® Pentium II
Xeon® Processor
Processor ekonomis Celeron dengan basis
Pentium II tetapi tanpa ketersediaan chace level 2 (L2). Processor ini dikenal
dengan Pentium II Celeron.Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi
server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah
processor unik untuk sebuah pasar tertentu.
7. Pada tahun 1999
Pentium III lahir dengan slogan “Internet
Streaming Extension”. Pentium III didukung dengan 44 juta transistor dan dapat
mendukung lebih banyak proses secara paralel.
8. 1999 : Intel® Celeron® Processor
Processor Intel Celeron merupakan processor
yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak
terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin
membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu
besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama
dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi
yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang
lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis
Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan
sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.
9. 1999 : Intel® Pentium® III Processor
Processor Pentium III merupakan processor yang
diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan
pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi
video serta pengenalan suara.
1. 1999 : Intel® Pentium® III
Xeon® Processor
Intel kembali merambah pasaran server dan
workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang
mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat
mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga
mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk
dipadukan dengan processor lain yang sejenis.
1. 2000 : Intel® Pentium® 4 Processor
Dengan clock 4 kali lebih besar dari Pentium
III, Pentium 4 lahir dengan clock hingga 3.8 GHz. Processor ini mampu
melaksanakan perintah jauh lebih banyak pada proses yang sama. Varian lain dari
Pentium 4 ini adalah Pentium 4 Hyperthreading. Processor Pentium IV merupakan
produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz.
Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin
423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin
478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai
yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.
2. 2001 : Intel® Xeon® Processor
Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan
processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer
server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel
Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.
3. 2001 : Intel® Itanium® Processor
Itanium adalah processor pertama berbasis 64
bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai
tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda
dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly
Parallel Instruction Computing ( EPIC ).
4. 2002 : Intel® Itanium® 2 Processor
Processor Itanium 2 merupakan generasi
berikutnya. Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium. Processor 64
bit dengan 221 juta transistor ini mencapai clock maksimum 1 GHz. Processor ini
tidak sukses di pasaran, bahkan namanyapun nyaris tidak pernah terdengar.
5. 2003 : Intel® Pentium® M Processor
Processor yang ditujukan untuk notebook ini
dikenal dengan Pentium M. Merupakan processor yang dirampingkan hingga 77 juta
transistor. Pentium M dibuat untuk menggantikan Pentium 4 yang boros penggunaan
daya pada notebook. Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah
komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi
kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.
6. 2004 : Intel Pentium M 735/745/755 processors
Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur
baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan
seri-seri Pentium M sebelumnya.
7. 2004 : Intel E7520/E7320 Chipsets
7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor
dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral
interfaces.
8. Pada tahun 2005
Penggabungan kinerja Hyperthreading dan
penggunaan daya Pentium M, lahir processor DualCore dengan clock maksimal 2
GHz.
9. 2005 : Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz
Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar
pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya,
processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T,
2MB L2 cache, dan HyperThreading.
1. 2005 : Intel Pentium D 820/830/840
Processor berbasis 64 bit dan disebut dual
core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap
core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan
3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.
1. Pada tahun 2006
Penggunaan dan pemasaran generasi DualCore
belum habis, setahun kemudian diluncurkan Core2Duo yang mengintegrasikan hampir
300 juta transistor dengan 2 buah core yang bekerja dalam 1 processor mampu
bekerja hingga 3.3 GHz.
2. 2006 : Intel Core 2 Quad Q6600
Processor untuk type desktop dan digunakan
pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2
buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang
dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP
).
3. 2006 : Intel Quad-core Xeon X3210/X3220
Processor yang digunakan untuk tipe server dan
memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz,
berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap
core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP).
4. Pada tahun 2009
4 buah core dengan 731 juta transistor
menjadikan Intel Core i7 ini menjadi processor paling cepat saat ini.
5. Intel Core i3
Intel Core i3 merupakan varian paling value
dibandingkan dua saudaranya yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU
(Graphics Processing Unit) alias Graphics On-board didalam processornya.
Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu
Core i3 nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm,
sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3
adalah “Arrandale”.
6. Intel Core i5
Jika Bloomfield adalah codename untuk Core i7
maka Lynnfield adalah codename untuk Core i5. Core i5 adalah seri value dari
Core i7 yang akan berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156. Tertarik
begitu mendengar kata value ? Tepat ! Core i5 akan dipasarkan dengan harga
sekitar US$186.
Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya
fungsi chipset Northbridge pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada
Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55
(dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset
northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5
hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan
menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan
1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB
L3 cache.
Intel juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core
i5 versi mobile yang ditujukan untuk notebook. Socket yang akan digunakan
adalah mPGA-989 dan membutuhkan daya yang terbilang cukup kecil yaitu sebesar
45-55 Watt.
7. Intel Core i7
Core i7 sendiri merupakan processor pertama
dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul
berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan
chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti
fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.
Generasi Terbaik INTEL
Beberapa waktu lalu, Intel
meluncurkan prosesor yang diklaim sebagai peningkatan yang paling mutakhir
yaitu Intel Core generasi ke-6. Dalam Intel Core generasi ke-6 ini, Intel
menyuguhkan kecepatan super kilat dibalut dengan fitur keamanan, produktivitas,
kreativitas dan game 3D yang memukau.
Intel Core generasi
ke-6 meluncur dengan membawa perubahan besar dalam hal prosesor. Tak
tanggung-tanggung, Intel mengklaim prosesor ini adalah terbaik yang pernah
dibuat.
Kelebihan-kelebihan Intel Core Generasi ke-6
Ada bebeapa poin yang
menunjukka bahwa Intel Core generasi ke-6 ini adalah prosesor terbaik yang
pernah dibuat oleh Intel.
Perbaikan dan Peningkatan paling Mutakhir
Dari segi perbaikan
dan peningkatan, Intel Core generasi ke-6 ini tergolong yang paling banyak. Ada
beberapa hal yang merupakan poin perbaikan Intel yaitu dari segi fitur yang
banyak kemanan internal yang akan berdampak langsung pada produktivitas,
kreativitas, dan game 3D (bagi para gamers) pada level berikutnya. Semakin
sedikit waktu menunggu, tentunya ada banyak hal yang dapat dilakukan. Dengan
menggunakan Intel Core generasi ke-6 ini menawarkan produktivitas hina 2.5 kali
lebih baik.
Ketika sebuah device
dapat bertahan lebih lama, otomatis Anda tidak perlu repot untuk mencari
stopkontak. Hal ini tentunya akan membuat Anda lebih lama bekerja dan menikmati
hal lain seperti bermain atau menonton film. Daya tahan baterai pada Intel Core
generasi ke-6 ini dapat bertahan hingga 10 jam (berdasarkan ukuran baterai 43
whr sekaligus dengan pemutaran video berkualitas 1080p HD).
Salah satu titik jual
dari Intel Core generasi ke-6 ini adalah mendukung untuk game 3D favorit
(grafis 3D hingga 30 kali lebih baik) dengan resolusi yang tinggi, kecepatan
bingkai dan detail yang lebih baik. Alhasil, Anda dapat bermain dengan nyaman
dan pengalaman yang mengangumkan pada PC. Kecepatan yang ditawarkan yaitu 0-0,5
detik untuk melakukan komputasi.
‘Teman Baik’ Pada Windows 10
Jika Anda pengguna
Windows 10, Windows paling baru ini diklaim bekerja paling baik dengan Intel
Core generasi ke-6 ini. Dengan hanya menggunakan sentuhan jari dan stylus, Anda
dapat menggunakan catatan dan memberinya keterangan. Selain Anda dapat pula
menggunakan fitur-fitur yang ada pada Windows 10 termasuk Cortana.
Intel Core Generasi ke-6 dengan Intel Core i3,
i5 dan i7
Bagaimana jadinya jika
Intel Core generasi ke-6 bertemu dengan Intel Core i3, i5 dan i7?
Ketika Intel Core
generasi ke-6 disatukan dengan Intel Core i3, maka kecepatan laptop atau PC
Anda akan menjadi secepat kilat. Otomatis Anda akan mendapat pengalaman baru
dalam mengoperasikan PC atau laptop. Lantas apa jadinya jika Intel Core
generasi ke-6 bertemu dengan Intel Core i5? Selain waktu start yang cepat, Anda
akan dapat menikmati interaksi seperti sentuhan, pengenalan suara dan wajah dan
produktivitas yang digandakan. Untuk para gamers, jika Intel Core generasi ke-6
dipertemukan dengan Intel Core i7, maka kesempurnaan jika Anda adalah penyuka
game bukan menjadi hal yang tidak mungkin. Paling tidak, Anda dapat bermain
streaming Xbox di PC Anda dengan nyaman.
Perbedaan,
Keunggulan Dan Kekurangan Prosesor Intel Dan Prosesor Amd
Beberapa perbedaan, keunggulan dan kekurangan
prosesor Intel dan AMD :
1. Set instruksi pada Intel adalah MMX, SSE,SSE2,
dan SSE3, tetapi pada AMD SSE2 dan 3DNow. Tetapi dari sekian banyak istruksi
yang dipakai oleh intel sebetulnya telah ada dalam 3DNow-nya AMD yang tidak
dimiliki oleh Intel.
2. L1 pada Intel maksimal 32K, sedang pada AMD
adalah 128K. Bedasarkan beberapa test AMD dengan L1 128K lebih unggul dibanding
dengan Intel.
3. Banyak transistor pada Intel 100 milyar sedang
AMD 105 milyar.
4. Banyaknya Decoder, Integer, FP pada intel
lebih sedikit dibanding AMD yang secara signifikan perbedaan tersebut
meningkatan kinerja dari AMD.
5. Temperatur pada Intel dapat diatur oleh
processornya sendiri (processor akan mengurangi kecepatan jika processor
terlalu panas), pada AMD64 temperatur maksimum adalah 900C. Teknologi Intel
lebih unggul dibanding AMD.
6. AMD lebih unggul dalam pengolahan komunikasi
aplikasi, seperti transfer data pada modem, ADSL, MP3, dan Doubly Digital
Suround Sound.
7. Pipeline pada intel lebih panjang dibanding
dengan AMD, tetapi pipeline Intel bermasalah pada pertukaran tugas, sehingga
pipeline intel kecepatannya melambat berada dibawah AMD.
8. Intel menang di brand image dan marketnya,
sedangkan AMD harganya yang lebih murah.
9. Pada prosesor Intel Pentium 4 harga standard,
kinerjanya lumanyan cepat. Memang sih, untuk urusan grafis masshi kalah
dibanding dengan AMD, tapi paling tidak prosesor Intel tidak cepat panas.
10. Pada prosesor AMD Athlon harga agak murah
dibanding Intel. Grafis bagus banget, kecepatannya lumayan, tapi cepet banget
panas dibandingkan Intel.
PERBANDINGAN KECEPATAN PROSESOR INTEL DAN AMD
Dari segi penggunaanya, perangkat keras yaitu
prosesor ini bagian penting dari komputer yang berfungsi sebagai inti dari
kinerja komputer ini sendiri dimana semakin besar memori dan semakin banyak
prosesornya semakin cepat juga kinerja yang di hasilkan oleh prosesor itu
sendiri.
Prosesor yang cepat dapat kita lihat dari core
(inti prosesor) semakin banyak core yang digunkan pada prosesor semakin cepat
juga kinerja komputer yang kita gunakan. Mengapa demikian, karena prosesor
bekerja didalam aplikasi-aplikasi program atau game yang kita pakai semakin
banyak aplikasi yang kita jalankan semakin banyak juga prosesor kita gunakan.
Daftar Harga INTEL
Harga prosesor Intel Pentium
|
Tipe
|
Keterangan
|
Harga
|
|
Intel Pentium G540
|
2,5 GHz, Cache 2MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.450,000
|
|
Intel Pentium G620
|
2,6 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.535,000
|
|
Intel Pentium G630
|
2,7 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.545,000
|
|
Intel Pentium G645
|
2,9 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.570,000
|
|
Intel Pentium G840
|
2,8 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.645,000
|
|
Intel Pentium G850
|
2,9 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.695,000
|
|
Intel Pentium G860
|
3,0 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.685,000
|
|
Intel Pentium G870
|
3,1 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.900,000
|
|
Intel Pentium G2010
|
2,8 GHZ, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.527,000
|
|
Intel Pentium G2120
|
3,1 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.710,000
|
Harga prosesor Intel Core i3
|
Tipe
|
Keterangan
|
Harga
|
|
Intel Core i3 2100
|
3,1 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,110,000
|
|
Intel Core i3 2120
|
3,3 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,120,000
|
|
Intel Core i3 3210
|
3,2 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,075,000
|
|
Intel Core i3 3220
|
3,3 GHz, Cache 3MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,170,000
|
|
Intel Core i3 540
|
3,01 GHz, Cache 4MB,
Soket LGA 1156
|
Rp.860,000
|
|
Intel Core i3 550
|
3,2 GHz, Cache 4MB,
Soket LGA 1156
|
Rp.935,000
|
Harga prosesor Intel Core i5
|
Tipe
|
Keterangan
|
Harga
|
|
Intel Core i5 2310
|
2,9 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,725,000
|
|
Intel Core i5 2320
|
3,0 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,795,000
|
|
Intel Core i5 2400
|
3,1 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,920,000
|
|
Intel Core i5 2500
|
3,3 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,935,000
|
|
Intel Core i5 2500K
|
3,3 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.2,050,000
|
|
Intel Core i5 3330
|
3,0 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,755,000
|
|
Intel Core i5 3450
|
3,1 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,785,000
|
|
Intel Core i5 3470
|
3,2 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,830,000
|
|
Intel Core i5 3550
|
3,3 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp.1,980,000
|
|
Intel Core i5 3570
|
3,4 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp. 2,030,000
|
|
Intel Core i5 3570K
|
3,4 GHz, Cache 6MB,
Soket LGA 1155
|
Rp. 2,200,000
|
|
Intel Core i5 760
|
2,8 GHz, Cache 8MB,
soket LGA 1156
|
Rp. 1,805,000
|
Harga prosesor Intel Core i7
|
Tipe
|
Keterangan
|
|
Harga
|
|
Intel Core i7 2600
|
3,4 GHz, Cache 8MB,
Soket LGA 1155
|
|
Rp.2,890,000
|
|
Intel Core i7 2600K
|
3,4 GHz, Cache 8MB,
Soket LGA 1155
|
|
Rp.2,935,000
|
|
Intel Core i7 2700K
|
3,5 GHz, Cache 8MB,
Soket LGA 1155
|
|
Rp.3,110,000
|
|
Intel Core i7 3770
|
3,4 GHz, Cache 8MB,
Soket LGA 1155
|
|
Rp.2,910,000
|
|
Intel Core i7 3770K
|
3,4 GHz, Cache 8MB,
Soket LGA 1155
|
|
Rp.3,200,000
|
|
Intel Core i7 3820
|
3,6 GHz, Cache 10MB,
Soket LGA 2011
|
|
Rp.2,910,000
|
|
Intel Core i7 3930K
|
3,2 GHz, Cache 12MB,
Soket LGA 2011
|
|
Rp.5,705,000
|
|
Intel Core i7 3960X
|
3,3 GHz, Cache 15MB,
Soket LGA 2011
|
|
Rp.10,335,000
|
|
Intel Core i7 3970X
|
3,5 GHz, Cache 15MB,
Soket LGA 2011
|
|
Rp.11,115,000
|
|
Intel Core i7 870
|
2,9 GHz, Cache 8MB,
Soket LGA 1156
|
|
Rp. 2,545,000
|
|
Intel Core i7 960
|
3,2 GHz, Cache 8MB,
Soket LGA 1366
|
|
Rp. 2,770,000
|


















0 komentar